Sunday, February 1, 2015

Biografi Affandi Koesoema

Biografi Affandi Koesoema


AFFANDI KOESOEMA


        Affandi adalah pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia. Berkat aliran ekpresionis dan romantismenya yang khas mengantarkan ia menjadi pelukis Indonesia yang paling terkenal di seluruh dunia.
        Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907. Ia merupakan putra dari R. Koesoema yang merupakan seorang mantri ukur di pabrik gula yang terdapat di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Ia memperoleh pendidikan dari HIS (Hollandsch Inlandsche School) yang setingkat dengan pendidikan Sekolah Dasar sekarang, MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama dan AMS (Algemene Middelbare School) setingkat dengan Sekolah Menengah Atas dimana pendidikan tersebut hanya didapat oleh segelintir anak negeri. Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya yang memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.
        Pada umur 26 tahun tepatnya pada tahun 1933, ia menikah dengan Maryati yang merupakan gadis kelahiran Bogor dan dikaruniai seorang putri yang mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis juga bernama Kartika Affandi.
        Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga menjadi tukang sobek karcis serta pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Namun pekerjaan tersebut tidak relalu lama digelutinya karena ia lebih tertarik pada seni lukis. Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dengan kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung.  Mereka adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang merupakan ketua dari kelompok tersebut. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni lukis di Indonesia.
        Pada tahun 1943 Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetra Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Empat serangkai yang tediri dari Ir. Soekarno, Drs Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Mas Mansyur  memimpin seksi kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. Dalam seksi kebudayaan ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono sebagai penanggung jawab yang langsung mengadakan hubungan langsung dengan Bung Karno.
        Bakat melukis yang menonjol dari diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Dia pernah mendapatkan beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan, India. Namun ketika Ia tiba di India, dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India.
        Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Dalam mengerjakan lukisannya, pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.
        Dalam perjalanannya berkarya, ia dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Namun bagi pencinta lukis hal demikianlah yang menambah daya tariknya.
        Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat ketika suatu kali ia merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan kosep dan teori lukisannya. Oleh para kritisi Barat affandi dianggap memberikan corak baru aliran ekspresionime. Tetapi Affandi justru balik bertanya, aliran apa itu? Bahkan hingga saat tuanya Affandi membutakan diri dengan teori-teori sehingga ia dikenal sebagai pelukis yang tidak suka membaca. Baginya huruf-huruf yang kecil dianggapnya sebagai momok yang besar. Dalam kesehariannya, ia bahkan sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau, julukan yang diakuinya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap bodoh. Sikap sang maestro yang tidak suka berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesinya sebagai pelukis.
Banyak prestasi yang pernah diraih Affandi selama melukis, antara lain :
1.      Pada tahun 1957-1958 mendapat beasiswa dari Pemerintah Amerika Serikat untuk mempelajari metoda pendidikan seni, dan tinggal di Amerika Serikat selama 4 bulan. Selama 4 bulan tersebut ia telah mengadakan beberapa kali pameran tunggal yaitu di World Hoesu Galleries, Press Club, New York dan pameran di San Fransisco.
2.      Mengadakan pemeran tungal di Washington DC, USA paa tahun 1960
3.      Menjadi Visiting Professor dalam mata kuliah ilmu seni lukis di Ohio State University Colombus, Ohio pada tahun 1962.
4.      Menerima anugerah seni dan medali emas dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
5.      Dipilih selama masa waktu 3 tahun menjadi ketua IAPA (International Art Plastic Association) untuk Indonesia dan masih banyak lagi.

        Hingga ajal menjemputnya pada Mei 1990, ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis, kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya yaitu di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta.
           
PERBAIKAN
            Berdasarkan biografi diatas dapat di simpulkan bahwa watak/karakter dari Affandi yang dapat kita teladani yaitu :
ü  Ia merupakan orang yang bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Hal itu dapat kita lihat pada paragraf terakhir kalimat ke-6, yaitu “sikap sang maestro yang tidak suka berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesinya sebagai pelukis.”

ü  Affandi juga merupakan anak yang pandai terbukti ketika ia menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di India. Hal tersebut salah satunya dapat kita lihat pada paragraf  ke-6 kalimat kedua yaitu “dia pernah mendapatkan beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan, India …”


ü  Affandi juga merupakan orang yang gigih. Hal itu dapat kita ketahui dari lika-liku perjalanannya dalam melukis dimana ia memulai karir melukisnya dari melukis di dinding-dinding  gedung hingga ia bergabung dengan kelompok lima Bandung dan membuat pameran lukisannya sendiri.

Contoh Ceramah Agama Islam Tentang Sabar

Contoh Ceramah Agama Islam Tentang Sabar


Contoh Ceramah Agama Islam Tentang Sabar
Menumbuhkan sifat sabar tentu bukanlah hal yang mudah, selain kita mesti menguasai hawa nafsu kita, kita pun harus menguasai pikiran dan jiwa kita. Mengingat pentingnya kesabaran bagi seorang muslim, berikut di bawah ini melalui contoh pidato agama Islam tentang kesabaran akan kita bahas tuntang cara menumbuhkembangkan sifat sabar di dalam diri kita. Silahkan anda mengunjungi halaman artikel contoh pidato hari guru bagi anda yang membutuhkan.


Assalamu'alaikum Wr. Wb

(Pilih
muqaddimah Pidato yang anda sukai)

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati
Pertama kali, marilah kita memanjatkan puji syukur yang tiada terhingga kepada Allah SWT. Karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar yaitu umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita semua bisa menghadiri acara ...........................

Tanpa ijin dari Allah tak mungkin kita bisa hadir dan bermuwajahah di tempat ini.

Kedua kalinya, semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap di limpahkan Allah kepada panutan kita semua, yakni Rasulullah saw, berikut para keluarganya, para sahabatnya,  para ulama-ulama dan segenap pengikutnya, umat Islam sekalian. Amin

Para Bapak, Ibu dan saudara-saudara sekalian.
Seorang muslim harus memiliki ahlak kenabian, yaitu akhlakul karimah. Selama kita tidak mempunyai budi pekerti yang baik, maka belumlah dikatakan beriman. Salah satu dari sekian banyak akhlakul karimah adalah sabar. Karena sabar adalah ciri orang yang mukmin.

Sabar merupakan kekuatan dan daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan kewajiban. Di samping itu, sabar adalah suatu kekuatan yang mampu menghalangi seseorang dalam melakukan kemaksiatan.

Rasulullah saw. bersabda, "Sabar adalah cahaya," artinya bahwa kesabaran itu merupakan hidayah yang datang dari Allah. Yakni sebuah penerang yang membimbing seseorang untuk dapat mengenal Tuhan dan rasulNya, serta mengetahui maupun mengamalkan ajaran-ajaranNya, perintah-perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Oleh karena itu seseorang yang tetap tegak bertahan sehingga dapat menundukan dorongan hawa nafsu secara terus menerus, maka ia termasuk orang yang sabar.

Sayidina Ali bin Abu Thaiib pernah berpesan, "Seseorang tidak boleh takut kecuali kepada dosanya, tidak boleh berharap kecuali kepada Tuhannya. Jika belajar tidak boleh malu seandainya ia tidak tahu. Tidak boleh malu menyatakan "aku tidak bisa". Dan ketahuilah bahwa sabar dalam menghadapi segala masalah seperti kepala di badan, lalu jika kepala itu terlepas dari badannya, maka rusaklah badan tersebut. Demikian juga jika sabar lepas dari suatu urusan, maka rusaklah urusan itu."

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara-saudara yang dirahmati Allah.
Untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan dan kesabaran seseorang, maka Allah lalu melimpahkan suatu ujian. Hanya saja ujian tersebut ada yang ringan dan ada yang berat.

Ujian atau cobaan itu adakalanya berupa kenikmatan, misalnya harta benda, jabatan dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk yang tidak menyenangkan, seperti musibah dan penderitaan. Terhadap ujian itu, baik yang mengandung kenikmatan atau musibah, maka sifat sabar adalah sesuatu yang dapat menjadikan penawar. Sabar akan memancarkan sinar yang memelihara seseorang sehingga ia tidak jatuh kepada kekufuran. Sebab banyak kasus, orang yang ditimpa musibah kemudian imannya menjadi lemah lalu kufur (murtad). Karena itulah, sebagai seorang muslim kita wajib meneguhkan hati dalam menghadapi cobaan dari Allah. Marilah kita hadapi semua itu dengan tenang dan sabar. Dalam masalah ini, menyadari bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Rahman akan dapat menumbuhkan sifat sabar di dalam hati. Tanamkan suatu keyakinan bahwa Allah yang memberi ujian kepada kita dan Allah juga yang memberi Rahmat. Setiap kesulitan dan cobaan hidup, apapun bentuknya, adalah datang dari Allah. Sekali-kali manusia tidak dapat menolak dan tidak pula dapat memaksa agar Allah memberi rahmatNya.

Para hadirin rahimakumullah.
Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Allah berfirman:
قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Artinya:
Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (Al-Ahzab ayat 17)

Orang yang mampu belajar dalam menghadapi ujian atau cobaan, maka derajat kemuliaanya akan ditinggikan oleh Allah. Sabar yang dimaksudkan ialah bertahan pada iman dan tidak mengeluh dalam merasakan cobaan yang tidak menyenangkan itu.

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bernama Khabab sedang menghadapi cobaan. Ia mendatangi Rasulullah, yang ketika itu duduk bersandar surban di bawah naungan Ka'bah. Kepada Rasulullah. Khabab mengeluh dan menceritakan tentang hidupnya yang selalu menderita. Bertubi-tubi musibah telah menimpanya.

Katanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasul, doakanlah agar Allah menolong kami sehingga kami terlepas dari ujian hidup!"
Rasulullah menjawab, "Perlu engkau ketahui wahai Khabab, bahwa dijaman dahulu, yaitu jamannya umat sebelum kita, terkadang mereka disiksa dengan cara tubuhnya ditanam di dalam liang atau dibelah dengan gergaji. Meskipun demikian, mereka tetap memegang teguh agamanya dan tidak merubah pendiriannya sedikitpun."

Rasulullah saw. kemudian mengemukakan firman Allah:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ
ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Artinya:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah Ayat: 155 - 157)

Jika cobaan atau ujian hidup dihadapi dengan sabar, ikhlas, tidak berkeluh kesah, tetapi berikhtiar mencari jalan pemecahannya secara baik, maka Allah pasti memudahkan bagi kita dalam urusan ini. Disamping dapat memcahkan masalah yang kita hadapi, tentu Allah akan memudahkan bagi kita terhadap masalah hisab. Allah akan memberi pahala, memberkati kehidupan sehingga timbangan amal pahala kita lebih berat dibanding dengan dosa kita. Jadi jika seseorang itu mampu menghadapi ujian dengan sabar dan ikhlas, maka ia termasuk orang yang tulus dalam menempuh ujian itu. Jika tidak sabar, berarti ia gagal dan masuk dalam golongan orang yang berputus asa.

Para hadirin rahimakumullah,
Banyak orang beranggapan bahwa kesabaran itu berarti merendahkan diri dan menyerahkan kepada keadaan begitu saja. Kesabaran berarti membiarkan diri hanyut dalam kondisi atau menghentikan usaha tanpa berusaha mencari jalan keluarnya, tanpa mau memperbaiki dan melakukan usaha.

Sebenarnya anggapan seperti itu tidaklah benar. Sabar yang dimaksud oleh agama adalah Ikhlas dalam menghadapi cobaan atau ujian dengan cara baik, berusaha mencari jalan keluar yaitu ihktiar, dan tetap bertahan untuk teguh dalam iman serta tidak berkurang amal shalih yang dijalankan.

Demikianlah akhlakul karimah berupa kesabaran yang harus kita tanamkan dalam jiwa ini. Agar kita melatihnya setiap saat dalam pergaulan sehari-hari. Jika kita menjadi orang yang sabar, Insya Allah akan disukai orang lain di tengah-tengah masyarakat.

Demikianlah
pidato singkat yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan ini. Jika ada kesalahan, maka hal itu karena khilaf dan kebodohan ilmu saya. Mohon maaf atas segala kekuarangnya.
Bilahit taufiq wal hidayah. wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuhu.

Monday, January 5, 2015

Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk Indonesia karya Satrio Atmojo Sri Pamungkas

Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk Indonesia karya Satrio Atmojo Sri Pamungkas


Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk Indonesia

Sebelum kita membahas topik ini marilah kita mengingat tentang ini:

-Gayus tambunan terlibat dalam korupsi/suap pajak. Ia merugikan negara sebesar Rp24 miliar. Putusan pengadilan 7 tahun penjara.
- Muhammad Nazaruddin terlibat dalam kasus suap pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang. Diduga, negara dirugikan Rp 25 miliar.
Sumber: Kompas

Setelah membaca diatas, apa yang ada dipikran kita? Cobalah melihat lebih ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, itu adalah usulan saya untuk beberapa kasus yang membuat miris karena kelakuan para pejabat Negara.

Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Kegiatan


PROPOSAL KEGIATAN
HALAL BIHALAL
I. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk sosial yang selalu membutuhkan perhatian, teman dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik.Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah SWT memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda.

Contoh Cerpen : Mr. ICE CREAM

Contoh Cerpen : Mr. ICE CREAM


CERPEN ROMANTIS : Mr. ICE CREAM
Ini sudah mangkuk es krim kedua yang aku lahap malam itu, tak peduli aku sudah dua jam duduk di kedai ini. Pelayan tua kedai itu kadang sesekali memalingkan tatapannya dari Koran pagi harinya kearah ku. Mungkin dia pikir aku kurang waras, di cuaca sedingin ini dan sedang hujan deras diluar sana, ada gadis yang masih menikmati es krim sampai mangkuk kedua, tenang saja pak tua gumam ku dalam hati mungkin akan ada mangkuk yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Aku tak peduli.

Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah

Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah


Nyanyi Sunyi

Nyanyi Sunyi dituliskan oleh Tengku Amir Hamzah tahun 1937 di Jakarta pada saat Beliau berumur 26 tahun. Dalam antologi ini terdapat 24 puisi termasuk diantaranya pula puisi “Padamu Jua” yang populer bacakan pada peringatan keagamaan (Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj) di sekolah dasar. Generasi kelahiran tahun 50 hingga 60 -an mungkin masih hapal sajak-sajaknya dari antologi ini. Amir Hamzah yang dijuluki oleh HB. Jassin sebagai Raja penyair Pujangga Baru meninggal di Kuala Begumit , 20 Maret 1946 sebagai korban Revolusi Sosial di Sumatera Timur. Beliau dimakamkan di pemakaman mesjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat.